Bekerja dan tinggal di luar negeri tanpa biaya besar mungkin terdengar mustahil. Namun, melalui program Au Pair, hal tersebut bisa menjadi kenyataan.

Program ini memungkinkan Anda untuk tinggal bersama keluarga angkat di luar negeri, membantu pekerjaan ringan, sekaligus mendapatkan uang saku dan pengalaman budaya yang autentik.

Lalu, bagaimana cara mengikuti program ini? Berapa lama program Au Pair ini? Dan apa saja yang perlu dipersiapkan?

Apa Itu Program Au Pair?

Apa Itu Program Au Pair

Secara etimologis, “Au Pair” berasal dari bahasa Prancis yang berarti “setara”. Istilah ini merujuk pada hubungan antara peserta dan keluarga angkat yang tidak sekadar majikan dan pekerja, melainkan saling menghargai sebagai bagian dari keluarga.

Dalam praktiknya, program Au Pair adalah program pertukaran budaya di mana seseorang tinggal bersama keluarga di luar negeri untuk membantu tugas ringan di dalam keluarga tersebut.

Dengan kata lain, Au Pair bukan hanya tentang bekerja, tetapi juga tentang belajar hidup di lingkungan baru, memahami budaya yang berbeda, dan mengembangkan diri secara pribadi.

Syarat Umum Program Au Pair

Syarat Umum Program Au Pair

Menjadi Au Pair memang menggiurkan, tapi program ini memiliki kriteria seleksi yang cukup spesifik untuk pesertanya. 

Berikut adalah syarat umum dari program Au Pair.

  • Usia 18–26 Tahun karena usia ini dianggap sebagai masa transisi terbaik untuk belajar mandiri sekaligus beradaptasi dengan budaya baru dengan cepat.
  • Pendidikan Minimal SMA/SMK Sederajat. Syarat ini penting sebagai bukti bahwa kamu memiliki kemandirian intelektual dan rasa tanggung jawab untuk mengurus dokumen serta tugas di luar negeri.
  • Sertifikat Bahasa. Ini adalah “kunci” utama. Jika ingin ke Jerman, minimal kamu harus mengantongi sertifikat Goethe-Zertifikat A1. Untuk negara lain, kemampuan dasar bahasa Inggris atau bahasa lokal sangatlah krusial untuk komunikasi sehari-hari dengan anak-anak.
  • Menyukai Anak-Anak. Anda akan menghabiskan 80% waktu Anda bersama anak-anak. Jika Anda tidak sabar menghadapi tangisan atau energi mereka yang meluap, program ini mungkin akan terasa berat.
  • Komitmen 1 Tahun. Program ini bukan untuk liburan jangka pendek. Anda harus siap tinggal jauh dari rumah selama satu tahun penuh untuk menyelesaikan kontrak. Karena program ini berlangsung selama satu tahun, kesiapan mental peserta juga sangat dibutuhkan di sini.

Benefit Program Au Pair

Benefit Program Au Pair

Banyak orang mengira Au Pair adalah pekerjaan kasar. Padahal, jika melihat deretan manfaatnya, program ini jauh lebih mirip dengan beasiswa hidup. 

Selengkapnya, berikut manfaat program Au Pair.

1. Akomodasi dan Konsumsi Gratis

Anda akan mendapatkan kamar pribadi yang layak. Tidak perlu pusing memikirkan biaya sewa kamar yang di Eropa bisa mencapai jutaan rupiah per bulan. Makan pun ditanggung sepenuhnya.

2. Asuransi Kesehatan

Keamanan adalah prioritas. Selama kontrak berlangsung, host family wajib membiayai asuransi kesehatan Anda. Jadi, jika Anda jatuh sakit, Anda tetap terproteksi tanpa biaya tambahan.

3. Kursus Bahasa Lanjutan

Di negara seperti Jerman, keluarga angkat sering kali memberikan subsidi atau waktu khusus bagi Au Pair untuk mengikuti kursus bahasa formal di sekolah bahasa setempat.

4. Uang Saku (Pocket Money)

Nah, apakah Au Pair digaji? Meski semua sudah ditanggung, Anda tetap dapat uang saku, bukan gaji.

Di Jerman, standarnya sekitar €280 (sekitar Rp4,7 juta), sementara di negara seperti Belanda atau Amerika Serikat bisa lebih besar. Karena biaya hidup sudah nol, uang ini bersih dan bisa Anda gunakan untuk jalan-jalan atau menabung.

5. Cuti dan Hari Libur

Anda bukan robot. Anda berhak atas dua hari libur per minggu dan jatah cuti tahunan (biasanya 4 minggu per tahun) yang bisa Anda gunakan untuk travelling ke negara tetangga.

Jam Kerja dan Tanggung Jawab

Jam Kerja dan Tanggung Jawab AU Pair

Berapa lama peserta Au Pair harus bekerja?

Regulasi internasional biasanya membatasi jam kerja Au Pair maksimal 6 jam per hari atau 30 jam per minggu. Tugasnya mencakup:

  • Membangunkan anak dan menyiapkan sarapan.
  • Mengantar jemput anak ke sekolah atau tempat les.
  • Membantu mengerjakan PR.
  • Melakukan light housework seperti mencuci piring atau merapikan kamar anak (bukan membersihkan seluruh rumah).

Cara Daftar Au Pair

Cara Daftar Au Pair

Tertarik untuk mengikuti program Au Pair? Berikut langkah-langkah untuk daftar Au Pair.

1. Pahami Filosofi dan Aturan Program

Sebelum melangkah lebih jauh, Anda harus memahami bahwa Au Pair bukanlah skema “liburan gratis” atau sekadar “kerja serabutan”.

Anda perlu memahami pengertian program Au Pair yang menerapkan konsep equal atau setara, di mana di sini Anda dituntut untuk membaur di dalam dinamika kehidupan keluarga angkat. Misal merayakan ulang tahun bersama hingga menaati aturan rumah.

2. Riset Negara Tujuan

Jangan hanya pilih negara karena “keren”” Pelajari budayanya, bagaimana parenting di sana agar tidak culture shock. Misal, Jerman sangat disiplin, Belanda sangat terbuka, sedangkan Prancis sangat menghargai seni. Pilihlah yang paling cocok dengan kepribadian Anda.

Perlu juga untuk memahami aturan negara tujuan terkait program ini. Karena setiap negara memiliki aturan yang berbeda.

3. Gunakan Platform atau Agen Tepercaya

Selanjutnya Anda bisa mencari secara mandiri melalui situs seperti aupair.com atau melalui agen resmi di Indonesia. Jika lewat agen, pastikan mereka memiliki rekam jejak yang jelas dalam menangani visa dan perlindungan peserta.

4. “Jual Diri” Melalui Profil yang Menarik

Profil adalah brosur pribadimu. Jangan hanya tulis “Saya suka anak”. Ceritakan pengalaman nyata, misalnya pernah menjaga adik, menjadi guru les, atau aktif di kegiatan sosial. Sertakan foto-foto ceria yang menunjukkan interaksi Anda dengan anak-anak untuk poin plus.

5. Sesi Interview yang Kritis

Saat menemukan calon host family, jangan langsung bilang “Yes”. Lakukan video call. Tanyakan tentang jadwal kerja, peraturan rumah, hingga menu makanan mereka. Pastikan ada kecocokan vibe sebelum menandatangani kontrak.

6. Eksekusi Dokumen dan Visa

Inilah bagian yang paling teknis. Anda membutuhkan paspor, SKCK (untuk beberapa negara), sertifikat kesehatan, dan yang paling krusial: Kontrak Kerja Au Pair. Kontrak ini adalah syarat utama untuk mengajukan visa khusus di kedutaan.

Menjadi Au Pair adalah tentang keberanian keluar dari zona nyaman. Bukan hanya kemampuan bahasa dan kedewasaan mental, tetapi Anda juga memperoleh jaringan pertemanan internasional yang tak ternilai harganya.

Namun, ingat bahwa kunci keberhasilan pendaftaran adalah dokumen yang akurat. Banyak calon Au Pair gagal di tahap dokumen hanya karena terjemahannya tidak diakui oleh kedutaan. Oleh karena itu, serahkan urusan penerjemahan dokumen kepada jasa penerjemah tersumpah profesional Pro Penerjemah. Selain hasilnya akurat, dokumen Anda juga dijamin sesuai standar kedutaan.